p1

Semantik

Semantik suatu bahasa membutuhkan semacam ekpresi untuk mengirimkan suatu nilai kebenaran (TRUE, FALSE, NOT atau nilai INTEGER). Dalam banyak kasus, program hanya dapat dieksekusi jika benar serta mengikuti aturan syntax dan semantic. Semantic suatu bahasa pemrograman mempunyai banyak potensial, beberapa diantaranya adalah:


1. Standarisasi bahasa pemrograman

Banyak usaha yang dilakukan untuk menstandarisasi bahasa pemrograman seperti COBOL, PASCAL, FORTRAN,dsb untuk lebih memudahkan programmer menggunakannya.


2. Referensi untuk user

Programmer membutuhkan suatu dokumentasi yang pasti supaya user dapat mengoperasikan program yang dibuat dengan baik


3. Pembuktian dari program yang benar

Secara matematis, program tidak mungkin bekerja dan berjalan jika tidak ada semantic


4. Referensi untuk implementor

Semantis akan mencegah suatu gaya bahasa yang tidak kompatibel yang diwujudkan dalam suatu implementasi berbeda walaupun dengan bahasa yang sama


5. Implementasi otomatis

Suatu tool dapat secara otomatis membuat translasi bahasa yang melebihi parsing. Hal ini dapat dilakukan jika semantic sudah dirumuskan.


6. Pemahaman yang lebih baik dari desain bahasa

Jika suatu rumusan semantic sulit untuk dideskripsikan secara formal maka rumusan semantic tersebut juga akan sulit digunakan oleh programmer.


Operational Semantic

Pendekatan ini mendefenisikan suatu mesin buatan (abstrak) dengan instruksi-instruksi primitive, tidak perlu realistic, tetapi dengan cukup sederhana supaya tidak muncul kesalahpahaman. Deskripsi semantic dari bahasa pemrograman menetukan suatu translasi ke kode. semantik operasional menceritakan bagaimana perhitungan yang dilakukan dengan mendefinisikan bagaimana mensimulasikan pelaksanaan program

Contoh : Pada pembuatan program C

int vector[10]

Arti semantiknya akan menyebabkan ruang sebanyak 10



Read more